Tampilkan postingan dengan label Galawers. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Galawers. Tampilkan semua postingan

You have to know what i feel


The one person you love the most could also be the one who hurts you the worst. Isn’t it ironic?
sometimes I wanna cry, but I hold back my tears. Because for what? I cry for someone who never cry for me, never think of me, never care about me, and never understand what I feel. It’s just wasting my time. I don’t hate you, I just disappointed what you’ve done. You've broke all the promises that you made. Are you remember when you said that we’d always like this, in this relationship, and you said that you never leave me. But you did. I don’t know what to think and what to do after this, maybe I’ll be drowning in a deep sea of regret, regretting what I thought of you. I was depressed. Of course I was. My heart was screwed up with such terrible feelings and emotions. It felt like, how do I say this. Ummm… like a big chunk of my heart was ripped off so fast and I didn’t have time to save it. My friends thinks I look terrible nowadays, look like I’ve lost my passion for everything I used to love.

Sometimes, I miss those midnight conversations. I miss how you would make me laugh out of my own frustration. I miss the person you used to be the one that cared. I miss you old.

Here I am. Feeling better than ever. Feeling like now, I can do anything I want. I haven’t officially ‘moved on’ yet, as I still miss everything we had, I still miss him and the idea of having him around. But then again, he seems to be very well over there, without me. And so why be depressed? Life is to short to be depressed. Life is to short to waste.

Lamunan di dalam bis miniarta

Aku duduk di bis tepat disamping kaca dan menghadap ke arah kaca. Terbenam membisu memandang keluar kaca. Mengamati tiap-tiap kendaraan yang lewat. Berharap akan menemukan kamu diantara kerumunan itu. Dan mendapatinya sedang menuju bis yang sedang kunaiki, terburu-buru melewati orang banyak dan segera duduk disampingku. Aku mengharapkan itu. Lebih dari apa pun.
Tapi sudah berjam-jam aku duduk sendirian melihat ke arah pintu masuk atau pun kaca di sampingku. Berharap menemukan tanda-tanda kehadirannya walau hanya sekecil apa pun. Tapi dia tidak pernah datang.
Sudah tak terhitung berapa banyak tegukan air mineral botolan yang telah aku minum. Sudah berapa banyak kenangan masa lalu yang aku putar untuk membuatnya tetap nyata dalam ketiadaannya. Aku tetap mengharapkannya. Walau kecil harapan dia akan menyadarinya. Aku tetap berlumur dalam kubangan kesedihan yang tak berujung. Hanya untuk membuatku terjaga dalam mimpi tentangnya.
Sekali lagi aku melihat ke arah luar. Menatapi lekat-lekat orang-orang yang masuk di pintu masuk di depanku. Tetapi hasilnya tetap sama. Aku tidak menemukannya.
Akhirnya sebuah pertanyaan hadir dalam rasa sakitku.
“Berapa lama lagi aku harus menunggunya?”

Kehilangan

Kehilangan merupakan bagian paling menyakitkan dalam melepaskan sesorang. Bukan karena kamu masih mencintainya atau apa. Melainkan karena kamu merindukan sesuatu yang tidak mungkin kamu miliki lagi. Tawanya, senyumannya yang berdesir dalam aliran darahmu, tatapan matanya yang hanya dia berikan untukmu, keras kepalanya yang demi tuhan membuatmu ingin sekali mencekiknya, lawakan-lawakan bodohnya yang selalu berhasil menghadirkan tawa dalam hari-harimu, atau, hal kecil seperti saat sekedar berbagi headset ketika kamu dan dia mendengarkan lagu bersama. Kamu merindukan semuanya.
Kamu kehilangan pasanganmu. Kamu kehilangan teman berdebatmu. Atau parahnya. Kamu kehilangan sebagian dari hatimu yang kini tak bernyawa. Dia adalah kamu.
Bukan karena kamu masih mencintainya. Tapi hanya karena kamu kehilangan sesuatu yang tidak mungkin kamu miliki lagi.
Senyumnya yang masih terekam jelas dalam ingatanmu. Dan senyum itulah alasan mengapa kamu sangat merindukannya. Saat dia tersenyum padamu segenap semestamu bergerak terasa begitu sederhana.
Duniamu menyempit dan akhirnya menyisakan kamu dan dia. Hanya kamu dan dirinya.
Dan yang kamu inginkan saat ini hanyalah dia tersenyum padamu. Hanya untukmu. Sungguh. Hanya itu.
Tapi apa yang terjadi ketika dia bukanlah orang yang sama lagi. Dia bukan seseorang yang tertawa saat kamu membuat lelucon yang dulu sering kalian tertawakan. Dia tidak lebih dari orang lain. Orang asing yang meyebut namamu seperti orang mengeja Ini Budi. Dingin. Tidak ada lagi sebuah tarikan tak terlihat yang dulu sering membuatmu tak letih memandangnya hanya dengan mengamati punggungnya dari belakang saat kalian mengendarai motor bersama.
Dia yang sekarang tidak lebih dari sekumpulan daging yang bergerak tanpa ada kamu lagi di dalam dunianya.
Dia bukan seseorang yang melengkapi dan meneruskan kalimatmu lagi.
Dia hanya sebuah tanda koma yang membuatmu berjarak dengan kalimat berikutnya. Dan dengan begitu sudah tidak ada lagi kesamaan antara kamu dan dia.
Tapi bodohnya tetap saja kamu merindukannya.
Kamu tetap menunggu sms dan telfonnya yang sebenarnya kamu sendiri yakini itu tidak mungkin terjadi lagi.
Hanya karena kamu ingin sekali lagi merasakan kembali moment-moment saat bersamanya. Ketika dia menjadi pusat dalam duniamu. Merasakan jejak kehadirannya lagi dalam hidupmu yang telah kalah oleh kenangan.
Kamu tidak lebih dengan membodohi dirimu sendiri. Kamu membohongi dirimu sendiri. Menyiksanya dengan khayalan-kahayalanmu tentangnya.
Tidakkah cukup kehilangannya membuatmu sadar bahwa semesta ini berjalan maju. Bukan mundur.
Seiring berjalannya waktu segala hal akan berjalan berubah. Termasuk dia dan cintanya.
Banyak hal yang dapat mengikis keyakinannya akan cintanya sendiri dan …. Kamu.
Setelah semuanya apakah kamu yakin masih mau mengharapkan asa semu itu???

menangis untukmu

Gua pernah baca tips disalah satu buku gini isinya "kalo kamu lihat dia lagi jalan sama cewek lain jangan keburu jealous dulu, siapa tau cewe itu cuma temennya, ibynya, atau mungkin neneknya" ,tapi bagaimana kalo itu emang beneran pacarnya? Apa yg harus gua lakukan? Gua gak bisa ngomong apa-apa saat itu, gua kaget banget, marah, kesel, sedih, semuanya campur aduk deh. Dan gua sadar kalo genangan air mata itu sudah tidak dapat dibendung lagi dan perlahan jatuh membasahi pipi gua. Gua menangis untuk dia? Sepertinya iya.Gua menangis tanpa suara dan sepertinya menangis tanpa suara itu lebih menyakitkan, tapi memang air mata itu nggak bisa dikomando. Mungkin gua harus belajar jadi artis supaya bisa mengontrol air mata sesuka gua. Gua gak bisa nahan emosi, gua menutup muka dengan kedua tangan. Menitikan tetes demi tetes air mata yg kemudian membasahi tanganku. "gua cuma gak pengen dia jadi mudah ngelupain orang yg pernah dekat dengannya setelah dia nemu sesuatu yg baru"

Mati Rasa

Aku tidak tau apa yg aku rasakan sekarang
Aku tidak bisa merasakan lagi yg namanya cinta
Apa mungkin aku telah merasakan yg namanya mati rasa?
Aku juga gak tau kenapa aku bisa seperti ini
Kemungkinan besar ini semua terjadi karena kamu
Ya kamu, kamu telah membuat aku menjadi mati rasa
Membuat aku gak peduli lagi sama yg namanya cinta
Membuat aku takut untuk kepada cinta baru yang datang
dan kamu juga telah mambuat aku takut untuk jatuh cinta
Terimakasih, karena kamu telah berhasil membuat diriku menjadi mati rasa

Masih adakah diriku dihatimu?

Aku hanya bisa terdiam melihat kau
Pergi dari sisiku, dari sampingku
Tinggalkan aku seakan semuanya
Yang pernah terjadi tak lagi kau rasa

Masih adakah tentangku dihatimu?
Yang kau rasakan coba kau rasakan
Mudahnya bagimu untuk hapuskan
Semua kenangan bersamaku

Tak pernah sedikitpun aku bayangkan
Betapa hebatnya cinta yang kau tanamkan
Hingga waktu beranjak pergi
Kau mampu hancurkan hatiku

Ada yang hilang dari perasaanku
Yang terlanjur sudah kuberikan padamu
Berharap kau tetap disini
Berharap dan berharap lagi

Getting stronger without you

You'll never know how much pain you've put me through. NEVER. I do perfectly fine but once you text me I lose it, I cry, I go crazy inside. I can actually feel my heart tear apart inside of me. You dont understand how I can still be hurting after a week, but what you dont see is that I actually cared about you a whole lot, I actually loved you with everything I have and more. You put the pieces to my heart back together, should've known you were going to rip it all apart when you were finished. I want to lay in bed and not do anything but cry everyday for the rest of my life, but somehow I manage to make it everyday without showing how much pain I'm truely in. You pick a fight with me everytime we speak and then when I tell you how I truely feel you get pissed off because you dont want to hear the truth. You've broken all of your promises that you've made to me. You lied to me. You told me we'd be friends no matter what happened, well guess what! I tried while you ran away. You told me we would start talking when school starts back up but now you tell me it'll be a long while before you speak to me again and to make it worse you brought up an ex while talking to me and I'm pretty sure your getting back with her. So thank you for your lies, thank you for tearing me into two, thank you for letting me get my hopes up. I'm going to make myself happy from now on. And Eventually I will move on from you. And eventually you'll realize what big mistake you've made and realize you want me back. But it will be to late. I'm getting a little bit stronger everyday. I am a strong, beautiful, young lady. I dont need you or anybody else. I can do bad all by myself.