Tampilkan postingan dengan label Love. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Love. Tampilkan semua postingan

Highschool


Gak nyangka sebentar lagi gua bakalan lulus SMA, bakalan kangen gak yah sama masa-masa SMA? Gua berusaha untuk membuat masa-masa SMA gua indah dengan cara apapun. Dari pulang malem alesannya abis kerja kelompok sampe cabut sekolah. Itu yang namanya indah? Oh men je, masa-masa indah lu gak asik banget sih. Oke, gak terlalu menarik banget yah masa-masa SMA gue. How poor I am. Tapi gak apa-apa sih, gak sedih juga kok gue, SMA itu tempatnya menggapai cita-cita makannya gua belajar yang bener supaya semua impian gue tercapai. Amin. Di SMA gua bukan anak tenar yang gaul sekali, yak gue cuma murid biasa pada umumnya. Gua bukan tipe orang yang suka cari perhatian, yak intinya gua cari aman aja. Kalo terlalu jadi sorotan orang-orang kan gak asik juga, sekali lu ngelakuin kesalahan. Duarrrrr… pasti pamor lu bakalan turun abis.
Masalah di SMA itu macem-macem, mulai berantem sama geng-an ini, geng-an itu, sampe dilabrak kakak kelas. Gua sempet pernah berantem sama salah satu geng disekolag gue, masalahnya gara-gara salah satu anggota geng-an itu minjem Dress gue tapi gak dikembaliin. Lu pikir deh minjem kok gak dikembaliin, gua sih selow-selow aja karna gue gak terlalu permasalahin dan karna gue takut sama ketua geng-annya itu. Cemen banget emang gue. Teman-teman gua akhirnya geram dengan geng-an tersebut karna belum juga ngembaliin Dress gue, akhirnya pada suatu sore hari saat pulang sekolah dilapangan terjadi perselisihan antara gua beserta teman-teman gua dengan geng-an tersebut. Gua sih diem aja, karna emang gua bingung mau ngomong apa, yaudah deh gua nangis aja. temen-temen gue langsung adu bacot gitu, gilak gue terharu banget ngeliat temen-temen gue ngebela gue mereka sampe rela dikatain macem-macem. Dan guru melihat pertengkaran yang terjadi, akhirnya gua masuk kantor. Pfffttt, ini yang gue benci. Lalu gue pernah dilabrak sama kakak kelas. Gak jelas yah masalahnya itu apa. Ceritanya udah beberapa hari ini temen gua bilang katanya gua dicariin kakak kelas, yak gua sih santai-santai aja karna gua merasa gak ada apa-apa. Dan pada suatu saat ada kakak kelas bersama temannya nyamperin ke kelas gue. Dia nanya dengan nada yang agak ngeselin “Lo yg namanya jeje?”, dan gue menjawab dengan hati dag-dig-dug “Iya, kenapa kak?”. Dan terjadi perbincangan yang disatu sisi gue merasa terpojokkan. Setelah kakak kelas itu pergi, gue pun menangis dengan sangat tersedu-sedu. Cemen banget kan gue. Dikit-dikit nangis. Yak tapi apa mau dikata, emang udah dasarnya gue itu cengeng.
Hal yang paling bikin males saat sekolah itu adalah, upacara. Yak upacara itu ngebosenin abis. Tapi gua yakin pada suatu saat gua bakalan kangen sama upacara bendera dihari senin.





Gua juga bakalan kangen sama temen-temen. Dari yang jelek sampe yang cakepnya gak ketulungan. Dari yang bandel sampe yang pendiem. Dari yang baik sampe yang pelitnya gak ketulungan saat ulangan. Walaupun mereka kadang ngeselin banget dan kadang pula gua sering bercanda dan ketawa bareng sama mereka. Guys, im gonna miss u. <3






Gue juga bakalan kangen sama guru-gurunya. Dari yang galak sampe yang baik. Dari yang pelit nilai sampe yang royal banget ngasih nilai. Pak, Bu, terimakasih atas bimbinganmu selama ini. Maafin saya kalo saya punya salah, tapi kayaknya saya gak pernah punya masalah deh sama ibu dan bapak kan saya anak baik hehehehehe.


Hi para readers yang masih duduk di bangku SMA, nikmatilah masa-masa SMA-mu karena ini cuma sekali. jangan sia-siakan masa-masa ini dengan hal-hal yang tidak berguna. Ingat dengan mimpi-mimpi kalian, gapailah semua mimpi-mimpi itu. Doain gue juga ya supaya gue lulus UN dengan nilai yang bagus dan semoga gue keterima di Universitas negri. Pokoknya say no to drugs. Peace, love, and gaul.

You're not alone

Alkisah hiduplah seorang putri hidup dalam kesendirian dan kesedihan. Dia selalu menangisi kesedihannya itu. Pada suatu ketika, sang putri pergi ke taman yang letaknya lumayan jauh dari rumahnya. Ia berniat untuk menyendiri, meratapi kesedihannya tersebut. Tiba-tiba datanglah seorang lelaki yang menghampirinya. “Wahai tuan putri, mengapa engkau bersedih?”, tanya sang lelaki itu. “Aku bosan dengan hidupku. Tak ada satupun dari mereka yang mengerti aku. Aku sangat merasa kesepian”, jawab sang putri sambil meneteskan air matanya yang sudah tak mampu ia bendung lagi.
Sang lelaki itu pun berkata, “Ketika dunia memberi seribu alasan untuk membuat kita menangis, tunjukanlah bahwa kita punya seribu satu alasan untuk tersenyum. Ketika dunia memberi seribu alasan untuk membuat kita mengeluh , tunjukkanlah bahwa kita punya seribu satu alasan untuk bersyukur. Ketika dunia memberi seribu satu alasan untuk membuat kita menyerah, tunjukan seratus satu janji Tuhan bahwa kita akan berjaya . Wahai tuan putri, dunia ini terlalu hina untuk membuat kita menangis. Terlalu murah untuk membuat kita bersedih. Terlalu lemah untuk membuat kita putus asa. Memang Tuhan tidak menjanjikan langit itu selalu biru, bunga selalu mekar dan mentari selalu bersinar. Tapi ketahuilah bahwa Tuhan selalu memberi pelangi di setiap badai, senyum di setiap air mata, berkah di setiap cobaan dan jawaban di setiap doa. Sesungguhnya di setiap kesulitan pasti ada kemudahan”
Sang putri pun bertanya pada lelaki itu, “Jadi, semuanya akan indah pada waktunya?”
“Tentu tuan putri”, jawab lelaki tersebut.
Saat mendengar jawaban dari lelaki itu, sang putri pun mulai mengerti soal hidup. Hidup tak selalu mulus seperti apa yang ia harapkan. Semua orang pasti pernah punya masalah, semuanya kembali dari diri kita sendiri. Bisakah kita untuk menyelesaikan masalah tersebut. Sang putri pun yakin, bahwa segala sesuatu yang terjadi pasti akan indah pada waktunya.

Hadiah Ulang Tahun ke-13

Sehari sebelum hari kemerdekaan, tanggal 16 agustus, disekolah gua ngadain lomba gak jelas gitu dan hari itu bertepatan dengan hari ulang tahun gua. Dipipi gua ada benjolan kecil isinya air gitu, ditangan dan kaki gua juga sama ada benjolan gitu tapi gua gak tau itu apa, lalu gua bertanya ke temen gua.
Gua                 : ”Eh ini apa sih?” (sambil menunjuk benjolan tersebut)
Temen gua       : “Itu mah cacar je”
Apa? Cacar? Gua kaget banget saat temen gua bilang itu cacar. Sepulang sekolah gua langsung berobat ke dokter (yaiyalah masa ke matrial), ternyata bener kata dokternya itu cacar. Disaat ulang tahun gua malah kena cacar, itu hadiah terburk yang pernah gua terima. Karena cacar gua jadi gak boleh sekolah untuk beberapa hari kedepan.
Masih tanggal 16 agustus, tiba-tiba ada yang nelpon gua. Ternyata iksan nelpon gua, tapi yang ngomong angga dia ngucapin selamat ulang tahun gitu. Angga bilang ada yang mau ngomong sama gua, ternyata iksan. Iksan nembak gua, awalnya gua nolak tapi si angga maksa banget (padahal yang nembak bukan dia tapi kenapa dia yang ribet sih), yaudah gua terima.. Iksan sms.
Iksan   : ”Nanti disekolah kita ngobrol bareng yah”
Gua     : “Besok gak sekolah. Aku sakit”
Iksan   : “Yaudah nunggu kamu masuk aja”
Ini mungkin hadiah untuk ulang tahun gua yang ke-13, dihari yang sama gua kena cacar dan gua juga dapet pacar hahaha

Lamunan di dalam bis miniarta

Aku duduk di bis tepat disamping kaca dan menghadap ke arah kaca. Terbenam membisu memandang keluar kaca. Mengamati tiap-tiap kendaraan yang lewat. Berharap akan menemukan kamu diantara kerumunan itu. Dan mendapatinya sedang menuju bis yang sedang kunaiki, terburu-buru melewati orang banyak dan segera duduk disampingku. Aku mengharapkan itu. Lebih dari apa pun.
Tapi sudah berjam-jam aku duduk sendirian melihat ke arah pintu masuk atau pun kaca di sampingku. Berharap menemukan tanda-tanda kehadirannya walau hanya sekecil apa pun. Tapi dia tidak pernah datang.
Sudah tak terhitung berapa banyak tegukan air mineral botolan yang telah aku minum. Sudah berapa banyak kenangan masa lalu yang aku putar untuk membuatnya tetap nyata dalam ketiadaannya. Aku tetap mengharapkannya. Walau kecil harapan dia akan menyadarinya. Aku tetap berlumur dalam kubangan kesedihan yang tak berujung. Hanya untuk membuatku terjaga dalam mimpi tentangnya.
Sekali lagi aku melihat ke arah luar. Menatapi lekat-lekat orang-orang yang masuk di pintu masuk di depanku. Tetapi hasilnya tetap sama. Aku tidak menemukannya.
Akhirnya sebuah pertanyaan hadir dalam rasa sakitku.
“Berapa lama lagi aku harus menunggunya?”

Kehilangan

Kehilangan merupakan bagian paling menyakitkan dalam melepaskan sesorang. Bukan karena kamu masih mencintainya atau apa. Melainkan karena kamu merindukan sesuatu yang tidak mungkin kamu miliki lagi. Tawanya, senyumannya yang berdesir dalam aliran darahmu, tatapan matanya yang hanya dia berikan untukmu, keras kepalanya yang demi tuhan membuatmu ingin sekali mencekiknya, lawakan-lawakan bodohnya yang selalu berhasil menghadirkan tawa dalam hari-harimu, atau, hal kecil seperti saat sekedar berbagi headset ketika kamu dan dia mendengarkan lagu bersama. Kamu merindukan semuanya.
Kamu kehilangan pasanganmu. Kamu kehilangan teman berdebatmu. Atau parahnya. Kamu kehilangan sebagian dari hatimu yang kini tak bernyawa. Dia adalah kamu.
Bukan karena kamu masih mencintainya. Tapi hanya karena kamu kehilangan sesuatu yang tidak mungkin kamu miliki lagi.
Senyumnya yang masih terekam jelas dalam ingatanmu. Dan senyum itulah alasan mengapa kamu sangat merindukannya. Saat dia tersenyum padamu segenap semestamu bergerak terasa begitu sederhana.
Duniamu menyempit dan akhirnya menyisakan kamu dan dia. Hanya kamu dan dirinya.
Dan yang kamu inginkan saat ini hanyalah dia tersenyum padamu. Hanya untukmu. Sungguh. Hanya itu.
Tapi apa yang terjadi ketika dia bukanlah orang yang sama lagi. Dia bukan seseorang yang tertawa saat kamu membuat lelucon yang dulu sering kalian tertawakan. Dia tidak lebih dari orang lain. Orang asing yang meyebut namamu seperti orang mengeja Ini Budi. Dingin. Tidak ada lagi sebuah tarikan tak terlihat yang dulu sering membuatmu tak letih memandangnya hanya dengan mengamati punggungnya dari belakang saat kalian mengendarai motor bersama.
Dia yang sekarang tidak lebih dari sekumpulan daging yang bergerak tanpa ada kamu lagi di dalam dunianya.
Dia bukan seseorang yang melengkapi dan meneruskan kalimatmu lagi.
Dia hanya sebuah tanda koma yang membuatmu berjarak dengan kalimat berikutnya. Dan dengan begitu sudah tidak ada lagi kesamaan antara kamu dan dia.
Tapi bodohnya tetap saja kamu merindukannya.
Kamu tetap menunggu sms dan telfonnya yang sebenarnya kamu sendiri yakini itu tidak mungkin terjadi lagi.
Hanya karena kamu ingin sekali lagi merasakan kembali moment-moment saat bersamanya. Ketika dia menjadi pusat dalam duniamu. Merasakan jejak kehadirannya lagi dalam hidupmu yang telah kalah oleh kenangan.
Kamu tidak lebih dengan membodohi dirimu sendiri. Kamu membohongi dirimu sendiri. Menyiksanya dengan khayalan-kahayalanmu tentangnya.
Tidakkah cukup kehilangannya membuatmu sadar bahwa semesta ini berjalan maju. Bukan mundur.
Seiring berjalannya waktu segala hal akan berjalan berubah. Termasuk dia dan cintanya.
Banyak hal yang dapat mengikis keyakinannya akan cintanya sendiri dan …. Kamu.
Setelah semuanya apakah kamu yakin masih mau mengharapkan asa semu itu???

Kamu alasan segalanya bagiku

Kamu adalah alasan mengapa saya selalu bersembunyi
Alasan mengapa saya bekerja keras dan berusaha melakukan yang terbaik
Alasan mengapa setiap hari belajar menjadi jenia yang lebih baik dari jenia yang kemarin
Terima saya. Masuk kedalam dunia saya
Saya membangun dunia itu untuk kamu

Nice!

Rasanya cepet banget semuanya berjalan, kayaknya baru kemarin gua marahan sama dia dan sekarang dia udah bener-bener pergi ninggalin gua. Penyesalan emang udah gak ada gunanya lagi. Tapi gua ngerti kalo hidup didunia memang cuma sementara dan kita emang harus manfaatin waktu sebaik mungkin, nggak ada gunanya mempertahankan rasa egois. Gua juga sadar bahwa rasa cinta gua selama ini justru jadi penyakit, obsesi gua sudah mulai meracuni seluruh bagian hidup gua.
Satu lagi ... Cinta yg selama ini gua cari ternyata memang nggak sembunyi dimana-mana, cinta itu telah ada diantara kita semenjak kita ketemu dan sampai kita berpisah. Gua hanya kurang peka dan kurang bersyukur pada tuhan yg sudah memberikan cinta itu buat gua. Gua janji nggak bakal nanya lagi dimana cinta itu berada, gua yakin cinta itu sudah ada disetiap hati manusia.

Apa adanya elo

Sama gue elo nggak perlu merasa memperbaiki diri
Sama gue elo nggak perlu takut merasa tidak cukup berharga
Sama gue elo diterima apa adanya
Bukan superman yg wanita cari
Bukan milyuner yg wanita impikan
Bukan eintein yg wanita tunggu
Bukan apa yg elo tabung dan elo kerjakan yg akan membuat elo dihargai wanita
Tapi apa yg elo bersedia lakukan
Elo berikan rasa nyaman
Elo berikan rasa teduh
Elo berikan apa yg cowo nggak
Apa adanya elo

Gege Mencari Cinta

menangis untukmu

Gua pernah baca tips disalah satu buku gini isinya "kalo kamu lihat dia lagi jalan sama cewek lain jangan keburu jealous dulu, siapa tau cewe itu cuma temennya, ibynya, atau mungkin neneknya" ,tapi bagaimana kalo itu emang beneran pacarnya? Apa yg harus gua lakukan? Gua gak bisa ngomong apa-apa saat itu, gua kaget banget, marah, kesel, sedih, semuanya campur aduk deh. Dan gua sadar kalo genangan air mata itu sudah tidak dapat dibendung lagi dan perlahan jatuh membasahi pipi gua. Gua menangis untuk dia? Sepertinya iya.Gua menangis tanpa suara dan sepertinya menangis tanpa suara itu lebih menyakitkan, tapi memang air mata itu nggak bisa dikomando. Mungkin gua harus belajar jadi artis supaya bisa mengontrol air mata sesuka gua. Gua gak bisa nahan emosi, gua menutup muka dengan kedua tangan. Menitikan tetes demi tetes air mata yg kemudian membasahi tanganku. "gua cuma gak pengen dia jadi mudah ngelupain orang yg pernah dekat dengannya setelah dia nemu sesuatu yg baru"